HomeNasionalDirdik KPK Ungkap Pengunduran Dirinya Juga Ditolak Kapolri

Dirdik KPK Ungkap Pengunduran Dirinya Juga Ditolak Kapolri

Published on

spot_img



Jakarta, CNN Indonesia

Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Asep Guntur Rahayu akhirnya buka suara merespons polemik pengunduran dirinya yang pada akhirnya ditolak oleh pimpinan KPK.

Asep mengabarkan pengunduran diri sebagai Dirdik sekaligus Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK pada Jumat (28/7) malam lewat pesan WhatsApp, tidak lama setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota TNI aktif di Basarnas.

Ia lantas mengirim surat resmi pada Senin 31 Juli kepada pimpinan KPKserta ditembuskan ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Secara administratif pada hari Senin tanggal 31 Juli saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri saya ke pimpinan KPK, saya tembuskan ke Pak Kapolri. Surat tersebut sudah dijawab, baik dari pimpinan KPK dan Pak Kapolri menolak pengunduran diri saya,” kata Asep di Kantornya, Jakarta, Jumat (11/8) malam.

Asep menjelaskan sejak tanggal 28 Juli 2023 setelah terjadi polemik akibat OTT pejabat Basarnas, pimpinan KPK sudah mengambil langkah baik untuk internal maupun eksternal.

Di internal, kata Asep, pimpinan KPK telah menggelar audiensi dengan rekan-rekan di bagian penindakan. Sedangkan eksternalnya, lanjut Asep, pimpinan KPK sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri.

“Hasilnya rekan-rekan bisa lihat, penegakan hukum tindak pidana korupsi terkait OTT Basarnas berjalan dengan lancar dan koordinasi berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Asep mengundurkan diri dari jabatan Dirdik sekaligus Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK usai polemik OTT pejabat Basarnas RI. Dalam operasi senyap itu, KPK menangkap prajurit TNI aktif atas nama Letkol Adm Afri Budi Cahyanto selaku Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas.

Penegakan hukum ini sempat membuat Mabes TNI ‘panas’ lantaran menganggap KPK telah melebihi kewenangannya menetapkan prajurit TNI aktif yakni Kabasarnas RI periode 2021-2023 Marsdya Henri Alfiandi dan Letkol Afri Budi sebagai tersangka.

Puspom TNI bahkan menyambangi KPK pada Jumat (28/7) petang. Setelah pertemuan tersebut, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak meminta maaf kepada rombongan Puspom TNI atas polemik penanganan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Basarnas RI.

Johanis menyatakan terdapat kekhilafan dari tim penyelidik saat melakukan OTT.

Dalam kasus dugaan suap di Basarnas ini, setidaknya terdapat lima orang yang diproses hukum. Tiga tersangka sipil dari pihak swasta ditangani oleh KPK, sementara dua prajurit militer aktif dipegang Puspom TNI.

(ryn/fra)


[Gambas:Video CNN]





Source link

Latest articles

Siap Amankan Kampanye, Begini Penekanan Kapolres Halmahera Utara ke Jajaran – HalmaheraPost.com: Cerdas Menginspirasi

Tobelo - Polres Halmahera Utara, Maluku Utara telah siap mengamankan tahapan kampanye Pemilu...

Bimtek Kepala Desa dan Camat se-Kepulauan Sula Resmi Ditutup, Begini Harapan Rektor IPDN

Sanana, malutpost.id – Bimbingan teknis (Bimtek) dan studi komparasi yang diikuti 79 kepala...

Tiga Bulan Menjadi Orang Baik – tandaseru.com

Oleh: Yahya Alhaddad, S. Sos, MsiCaleg...

More like this

Siap Amankan Kampanye, Begini Penekanan Kapolres Halmahera Utara ke Jajaran – HalmaheraPost.com: Cerdas Menginspirasi

Tobelo - Polres Halmahera Utara, Maluku Utara telah siap mengamankan tahapan kampanye Pemilu...

Bimtek Kepala Desa dan Camat se-Kepulauan Sula Resmi Ditutup, Begini Harapan Rektor IPDN

Sanana, malutpost.id – Bimbingan teknis (Bimtek) dan studi komparasi yang diikuti 79 kepala...